
PENASULAWESI.COM, SIGI – Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, menekankan pentingnya pemutakhiran data dan pengawasan berkelanjutan untuk mempertahankan capaian penurunan stunting serta memperluas jumlah desa bebas stunting di Kabupaten Sigi.
Hal tersebut disampaikan Rizal dalam kegiatan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dan Evaluasi Kasus Stunting Kabupaten Sigi yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Sigi, Selasa (13/10/2026).
Rizal mengungkapkan, sejumlah desa di Kabupaten Sigi telah mencapai nol kasus stunting. Namun, capaian tersebut harus dijaga melalui pemantauan secara konsisten agar tidak kembali ditemukan kasus baru.
“Jangan sampai desa yang sudah zero stunting justru muncul lagi kasus baru. Ini yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.
Menurut Rizal, keberhasilan penanganan stunting tidak cukup diukur dari tercapainya angka nol kasus, tetapi juga dari kemampuan pemerintah dan masyarakat mempertahankan kondisi tersebut secara berkelanjutan.
Untuk mendukung upaya itu, ia meminta para camat dan kepala desa memperkuat koordinasi dengan kader Posyandu yang dinilai memiliki pemahaman langsung mengenai kondisi masyarakat di wilayah masing-masing.
Rizal menjelaskan, peran kader Posyandu tidak hanya terbatas pada pemantauan kesehatan ibu dan anak. Mereka juga dapat membantu pemerintah mengidentifikasi berbagai persoalan dasar masyarakat, mulai dari pendidikan, sanitasi, kelayakan rumah, akses air bersih, hingga kebutuhan penyandang disabilitas.
Informasi tersebut dinilai penting agar pemerintah dapat mengetahui persoalan yang dihadapi masyarakat lebih cepat dan menentukan bentuk intervensi yang sesuai.
Selain pengawasan di tingkat desa, Rizal menyoroti pentingnya pembenahan data penduduk melalui koordinasi lintas sektor. Ia mendorong keterlibatan Tim Penggerak PKK, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Badan Pusat Statistik, Dinas Sosial, serta perangkat daerah terkait dalam proses verifikasi dan validasi data.
Menurutnya, data yang akurat menjadi salah satu kunci agar program penanggulangan stunting dan kemiskinan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
“Dengan data yang tervalidasi, bantuan dan intervensi dapat diberikan secara lebih tepat sasaran,” menjadi salah satu prinsip yang ditekankan dalam upaya penguatan program tersebut.
Rizal juga meminta dukungan pemerintah pusat dan provinsi untuk memperkuat percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sigi, termasuk melalui pendampingan, koordinasi, penyelarasan sistem pelaporan, serta perhatian terhadap dukungan bagi kader Posyandu.
Pemerintah Kabupaten Sigi, lanjutnya, berkomitmen melanjutkan kerja sama lintas sektor untuk mempercepat penurunan stunting, mengatasi kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui evaluasi kasus stunting dan penguatan sistem pendataan, pemerintah daerah berharap semakin banyak desa di Kabupaten Sigi mencapai status bebas stunting dan mampu mempertahankannya secara berkelanjutan. (Ardi)















