Wabup Sigi Buka Aksi Bergizi 2026, Tekankan Pentingnya Pola Hidup Sehat

PENASULAWESI.COM, SIGI — Wakil Bupati Sigi, Dr. Samuel Yansen Pongi, secara resmi membuka kegiatan Aksi Bergizi Kabupaten Sigi Tahun 2026 yang dipusatkan di SMP Negeri 8 Sigi, Desa Sibalaya, Kecamatan Tanambulava, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Rumah Sakit Torabelo Kabupaten Sigi, dr. Diah Ratnaningsih, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi, dr. Trieko Stefanus Larope, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sigi, Samsir, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi, dr. Adheleide Krisnawati Norman, Camat Tanambulava Suaib serta para Kades se Kecamatan Tanambulava.

Dalam sambutannya, Samuel menegaskan bahwa kegiatan Aksi Bergizi tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan sekolah.

“Harapan kami, Aksi Bergizi ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi bisa terlaksana setiap hari,” ujar Samuel.

Ia mengajak para siswa membiasakan diri mengonsumsi makanan bergizi, menjaga kebersihan, aktif bergerak, serta mencukupi waktu istirahat. Menurutnya, kesehatan merupakan modal utama bagi anak-anak untuk belajar dan meraih cita-cita.

“Jangan menunggu sakit untuk mulai menjaga kesehatan. Tubuh yang sehat adalah modal belajar untuk meraih cita-cita,” katanya.

Samuel juga menekankan pentingnya konsumsi tablet tambah darah bagi remaja putri. Ia meminta para guru turut melakukan pendampingan bersama tenaga kesehatan agar tablet tambah darah yang diberikan benar-benar dikonsumsi sesuai dengan anjuran.

“Remaja sehat hari ini merupakan investasi bagi kesehatan keluarga dan generasi yang akan datang,” tuturnya.

Selain persoalan gizi, Wakil Bupati Sigi mengajak masyarakat memanfaatkan lahan di sekitar rumah untuk menanam kebutuhan pangan, seperti cabai, tomat, dan berbagai jenis sayuran. Ia juga mendorong masyarakat mengembangkan tanaman organik serta memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi kompos.

Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat membantu masyarakat mengurangi ketergantungan terhadap bahan-bahan kimia dalam pertanian sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Samuel menekankan bahwa edukasi mengenai gizi, kesehatan, lingkungan, hingga perlindungan data kependudukan harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak.

“Sekolah merupakan lingkungan strategis untuk membentuk perilaku sehat. Karena itu, saya minta sinergi antara Dinas Kesehatan, sekolah, orang tua, puskesmas, dan kader masyarakat untuk menjaga gizi anak-anak kita,” katanya.

Di akhir sambutannya, Samuel secara resmi membuka kegiatan Aksi Bergizi Kabupaten Sigi Tahun 2026. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk membangun generasi Sigi yang sehat, produktif, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan.(Ardi)