penasulawesi.com, SIGI – Wakil Bupati Sigi, DR. Samuel Yansen Pongi, memastikan seluruh masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sigi akan mendapatkan bantuan dari pemerintah secara bertahap sesuai data dan hasil asesmen di lapangan.
Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Bupati Sigi dua periode ini, saat memberikan sambutan pada acara Pelantikan Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sigi periode 2025-2029, Sabtu, (20/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Samuel yang juga menjabat sebagai Ketua KONI Kabupaten Sigi menyampaikan perkembangan penanganan pascabencana berdasarkan hasil koordinasi Pemerintah Kabupaten Sigi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Pemerintah memastikan seluruh masyarakat yang terdampak bencana akan mendapatkan bantuan. Jika sampai hari ini (Sabtu-red) masih ada yang belum menerima, terutama bantuan tenda, hal itu karena proses distribusi dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan dan ketersediaan logistik,” kata Samuel.
Ia menjelaskan, pada masa tanggap darurat, kebutuhan pangan bagi warga terdampak langsung telah mulai disalurkan. Sementara untuk bantuan tenda, prioritas diberikan kepada kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, dan warga yang terpaksa mengungsi di luar rumah akibat kondisi bangunan yang tidak lagi aman ditempati.
Menurut Samuel, keterbatasan stok tenda menjadi salah satu kendala di lapangan. Namun pemerintah telah berkoordinasi dengan BNPB untuk mendatangkan tambahan bantuan dari pemerintah pusat.
“Secara bertahap semua akan mendapatkan bantuan. Tenda tambahan sedang dikirim dari Jakarta dan nantinya akan dibagikan berdasarkan data masyarakat terdampak,” ujarnya.
Samuel juga mengungkapkan bahwa Kepala BNPB memberikan apresiasi terhadap kecepatan respons Pemerintah Kabupaten Sigi dalam menangani dampak bencana.
Menurutnya, pemerintah pusat terus memantau perkembangan penanganan bencana di Sigi, termasuk Presiden, Wakil Presiden, dan Kepala BNPB.
“Alhamdulillah, Kabupaten Sigi dinilai sebagai salah satu daerah yang cepat merespons bencana. Pengalaman menghadapi bencana besar tahun 2018 lalu membuat kita memiliki mekanisme dan standar operasional yang lebih siap dalam menghadapi situasi darurat,” jelasnya.
Meski demikian, Samuel mengakui masih terdapat sejumlah wilayah yang belum sepenuhnya tersentuh bantuan akibat kendala akses. Salah satunya di kawasan Lembah Tongoa yang sempat terisolasi karena jalur transportasi terputus.
Ia menegaskan kondisi tersebut bukan karena pemerintah tidak hadir, melainkan karena akses menuju lokasi belum dapat dilalui. “Begitu akses terbuka, bantuan langsung bergerak masuk. Pemerintah daerah terus bekerja dan memastikan seluruh wilayah terdampak mendapatkan perhatian yang sama,” tegasnya.
Terkait bantuan perbaikan rumah warga, Samuel menjelaskan pemerintah telah menetapkan skema bantuan berdasarkan tingkat kerusakan bangunan, yakni Rp15 juta untuk rumah rusak ringan, Rp30 juta untuk rusak sedang, dan Rp60 juta untuk rusak berat.
Namun demikian, bantuan tersebut tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan material bangunan yang akan disalurkan sesuai kebutuhan.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan laporan yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya saat proses pendataan kerusakan berlangsung.
“Penentuan kategori rusak ringan, sedang, atau berat akan dilakukan oleh tim teknis yang memiliki kompetensi dan sertifikasi khusus. Karena itu masyarakat diminta memberikan data yang benar agar bantuan dapat tepat sasaran,” katanya.
Menutup penyampaiannya, Samuel mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung proses pemulihan pascabencana dan mendoakan agar Kabupaten Sigi dapat segera bangkit. “Kita optimistis Sigi bisa segera pulih. Pemerintah akan terus hadir bersama masyarakat hingga seluruh proses penanganan dan pemulihan selesai,” pungkasnya. (*)








