Pascagempa Sigi Hari Ketujuh, 92 Korban Luka Pulih, 2.735 Rumah Terdampak

penasulawesi.com, SIGI – Pemerintah Kabupaten Sigi merilis perkembangan terbaru penanganan bencana gempa bumi yang melanda wilayah tersebut sejak 16 Juni 2028. Pada hari ketujuh masa tanggap darurat, Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, menyampaikan bahwa seluruh korban yang mengalami luka akibat gempa telah dinyatakan sembuh dan kembali ke rumah masing-masing.

“Alhamdulillah, seluruh korban luka, baik luka ringan maupun luka berat, sudah kembali ke rumahnya masing-masing dan dinyatakan sembuh oleh tenaga medis, meskipun masih ada yang menjalani rawat jalan,” ujar Rizal dalam keterangan resminya, Senin malam (22/6/2026).

Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan yang telah memberikan pelayanan kepada para korban. Dari total 92 korban luka yang terdiri atas 78 luka ringan dan 14 luka berat, seluruhnya telah mendapatkan penanganan medis dan dipulangkan.

Berdasarkan data final yang dihimpun hingga hari ketujuh, jumlah warga terdampak mencapai 9.283 jiwa, dengan total lepala keluarga 3.191 jiwa. Sementara itu, jumlah rumah terdampak tercatat sebanyak 2.735 unit. Data tersebut masih akan dirinci lebih lanjut berdasarkan kategori kerusakan berat, sedang, dan ringan oleh tim teknis.

Selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum juga mengalami kerusakan. Tercatat 38 sekolah terdampak, meningkat dari data sebelumnya. Selain itu, terdapat 18 kantor, 24 masjid dan 68 gereja, satu UMK, enam puskesmas, dua pasar, tujuh jaringan air bersih, sembilan gedung pertemuan, serta dua rumah adat yang turut terdampak gempa.

Bupati juga mengungkapkan bahwa hingga hari ketujuh, jumlah gempa susulan mencapai 1.256 kali guncangan. Dari jumlah tersebut, terjadi penambahan sekitar 107 kali gempa susulan sejak sehari sebelumnya.

“Semoga intensitas gempa susulan ini semakin melemah sehingga masyarakat dapat segera kembali beraktivitas dengan aman,” katanya.

Dalam upaya mitigasi risiko lanjutan, Pemerintah Kabupaten Sigi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), BMKG, Balai Taman Nasional Lore Lindu, Balai Wilayah Sungai Sulawesi III, serta organisasi relawan telah melakukan langkah-langkah penanganan terhadap potensi ancaman pascagempa.

Menurut Rizal, salah satu fokus penanganan saat ini adalah mengatasi empat titik genangan air yang berpotensi memicu banjir bandang. Pembersihan dan penanganan di lokasi tersebut telah dilakukan oleh relawan bersama TNI dan Polri, serta akan mendapat dukungan tambahan dari Balai Wilayah Sungai Sulawesi III.

“Insyaallah dalam satu hingga dua hari ke depan persoalan di empat titik tersebut bisa diselesaikan sehingga tidak lagi menjadi ancaman bagi masyarakat yang terdampak gempa,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Sigi memastikan proses tanggap darurat masih terus berlangsung, termasuk pembersihan reruntuhan bangunan dan pemulihan fasilitas umum. Perkembangan terbaru penanganan bencana akan kembali disampaikan pada hari kedelapan masa tanggap darurat.

“Semoga besok ada perkembangan yang lebih baik dan tidak ada lagi penambahan dampak yang signifikan,” tutup Rizal. (Ardi)